MENCARI INSPIRASI, MEMBANGUN MOTIVASI

struggle_ii_by_trulsespedal
Gambar dari: https://trulsespedal.deviantart.com/art/Struggle-II-151268025.

 

Aku sedang mencari inspirasi. Jujur saja, inspirasi yang ku temukan bukan dari orang-orang yang sudah benar-benar menjadi besar. Tapi kawan-kawan sejawat yang masih berjuang mengejar cita-citanya, tapi dari mereka kita dapat sebuah motivasi hidup yang patut dicontoh.

Sudah lama aku hidup menjadi pemalas. Ah, sebut saja aku seorang pemalas, karena memang beberapa bulan terakhir hidupku terasa sangat tidak tertata. Banyak telat, jarang menulis, dan jarang mengasah kemampuan diri, seperti nulis di blog, atau mencari tahu gimana caranya mengedit video. Yang aku pikirkan selama kemandegan itu adalah memikirkan masa depan. Apa yang akan aku lakukan setelah usai kuliah S2 ini. Ya, aku ingin menjadi pengajar, tapi gossip tentang kurang dihargainya seorang pengajar honor di universitas, membuatku bingung. Bukan aku hanya ingin dihargai dengan rupiah, tapi tuntutan hidup di kota yang serba mahal tidak ingin menjadikan kebingungan di masa depan.

Sempat aku berpikir untuk menjadi pengajar honor SMA saja yang katanya sekarang sudah hidup “lebih sejahtera” (dibandingkan honor sebelumnya) karena dijamin oleh provinsi. Apalagi peluang jadi guru sejarah di desaku, Cisompet, sangat besar. Tidak ada satu pun guru lulusan jurusan sejarah yang mengajar di sana. Di Cisompet pun aku bisa membuka kursusan Bahasa Inggris dan membuka usaha dibidang tanaman, yang sempat aku impiankan sejak kecil.

Tapi, aku juga memikirkan kerugian jika aku tinggal di desa. Aku tidak bisa mengembangkan keilmuan sejarah di tempat yang serba terbatas dan jauh dari kota. Dari Cisompet ke Bandung memakan waktu sekitar 7 jam. Di sana pun tidak ada perpustakaan yang mendukungku untuk melakukan penelitian-penelitian sejarah apabila sesekali aku ingin menulis buku atau artikel tentang sejarah di Indonesia. Kalau di Bandung, meskipun penghasilanku sebagai pengajar nanti, mungkin, tidak besar, tapi aku punya akses ke mana-mana. Aku bisa membaca buku sejarah dan penelitian di perpustakaan daerah. Aku bisa membeli buku-buku sejarah dan penulis-penulis lain di toko buku besar, dan lebih penting lagi aku bisa bertemu teman-teman akademis yang bisa diajak diskusi.

Aku sempat curhat tentang masalah ini kepada beberapa teman. Dan yang mereka katakan sama. Aku sebaiknya berkarya di kota. Seorang teman wanita yang berasal dari Pontianak bercerita ketika dia ditanya oleh penulis besar Indonesia, Andrea Hirata. “Kamu ingin jadi apa setelah lulus S2 Inggris?” temanku menjawab untuk menjadi pengajar di perbatasan Kalimantan. Dan kamu tahu apa yang dibilang Andrea Hirata? “Kamu terlalu overqualified jika kamu mengajar di desa, serahkanlah desa kepada orang yang di sana.” Intinya, dia dianjurkan oleh Kak Andrea untuk memupuk kemampuannya di tempat yang memfasilitasi, yaitu di kota. Tugas dia, menurut Kak Andrea, membangun jaringan ke desa dan sesekali memberikan pelatihan ke desa supaya bisa lebih berkembang dan maju.

Jadi saat ini keputusanku yaitu untuk tinggal dan mengabdi di universitas di Bandung, inshaallah. Di sana aku bisa bertemu teman untuk berdiskusi, seperti Iis Nurhayati, misalnya (blog: https://morningcoffee-story.blogspot.com.au/). Dia adalah salah satu teman yang asyik untuk diajak diskusi tentang isu terhangat dan tentang buku. Dia pun sudah memiliki banyak pengalaman di bidang penulisan. Berkawan bersama orang yang selalu gigih dalam berkarya dan mengejar cita-cita itu menurutku sangat penting, karena dari mereka kita bisa mendapat pengaruh positif.

Oh iya, selain curhat ke beberapa teman tentang keputusan setelah lulus kuliah S2, aku juga mencari inspirasi sendiri melalui beberapa blog yang aku baca. Aku senang sekali membaca blognya Gita Savitri Devi karena tulisannya menginspirasi (blog: http://gitasavitri.blogspot.com.au/). Aku juga sering mengintip tulisan-tulisan Iis Nurhayati, dan beberapa daftar blog tentang puisi, traveling, dan cerita hidup. Tulisan-tulisan mereka sudah lumayan keren. Bisa membayangkan berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk menulis. Mereka semua orang-orang keren kawan dan masih berjuang.
Tidak perlu mendapatkan inspirasi dari orang yang sudah menjadi besar untuk bisa termotivasi. Tengoklah kawan-kawan di sekilingmu. Pahami perjuangannya dan apa yang sudah dia raih. Di sana kau akan merasa: Kamu dan mereka masih berjuang, tapi mereka sangat gigih, maka kamu pun harus terbawa gigih.

Selamat Siang dari Canberra,

Wina Sumiati

Iklan

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s