HARENDONG TAHUN 2000an DI CISOMPET

Aku dulu sekolah di SD Negeri Cisompet III (lebih dikenal dengan SD Lio karena memang lokasinya di Kp. Lio) dari tahun 1998 sampai tahun 2004. Mungkin sebagian kalian saat itu sudah remaja atau belum lahir sama sekali. Yang paling ingat, aku dan teman akrabku, Ai Irna, sering pulang melewati jalan setapak yang dilewati dari belakang sekolah. Di jalur-jalur yang kita lewati itu aku bisa menemukan banyak sekali tanaman-tanaman liar yang menghasilkan buah. Satu yang paling ku ingat adalah ‘harendong’. Kira-kira tinggi pohonnya bisa mencapai tinggi orang Indonesia dewasa, tidak terlalu tinggi. Jadi anak SD yang tingginya sekitar 130 cm-an tidak akan sulit meraih ranting-ranting pohon dan daunnya, atau buahnya. Biasanya tanaman ini tumbuh di pinggir selokan atau di padang yang tidak terurus.

Harendong bulu2

Entah kenapa sebabnya, aku dan temanku sangat hobi sekali memetik buah harendong. Buahnya berbentuk mungil bergerombol. Hijau ketika belum matang, dan berubah warna menjadi ungu kebiruan saat sudah matang. Hmm, itulah momen yang sangat kami tunggu. Pernah tahu rasa buahnya gimana? Kalo diingat-ingat lagi, buahnya manis tapi sedikit sepet. Tapi ada buah yang terasa lebih manis yang keluar setelah bunga harendong mengugurkan mahkotanya.

Melastoma

buah-harendong-gede

Aku dan temanku bisa memakan semua buah yang ada di tanaman ini. Karena rasanya (saat itu) memang enak. Kami saat itu tidak tahu manfaat atau kerugiannya apa, yang jelas buah liar ini diincar banyak anak-anak zaman kami. Gak percaya? Saking lakunya buah harendong di mata anak-anak 90/2000an, setiap pelajaran olah raga di belakang sekolah, semua teman-temanku pasti memburu tanaman ini. Waktu itu, harendong sungguh menjadi buah idola anak-anak di Cisompet.

Bagaimana nasib tanaman harendong sekarang? Di awal tahun 2016 saat aku menelusuri jalan menuju Lengkong, Cisompet, tanaman ini masih ada, tapi tidak sebanyak saat aku masih anak-anak dulu. Apakah 5-10 tahun lagi tanaman ini akan terus ada? Yang jelas bagiku, tanaman harendong menjadi bagian dari cerita masa kecilku, bagian dari sejarah Cisompet, juga kenangan anak-anak desa di Cisompet tahun 1990-an sampai tahun 2000-an.

Apakah kamu yang lahir tahun 90-an pernah memakan tanaman ini? Atau apakah anak yang lahir tahun 2000-an ke atas se-berjiwa-petualang/se-aneh/se-tamarakan kami? 🙂

Iklan

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s