JANGAN DENGERIN SENDIRI: HOROR INDONESIA, LAYAK TONTON

Poster-film-Jangan-Dengerin-Sendiri

gambar dari: bacaberita.com

Sudah hampir dua tahun aku tidak pernah menikmati film horror Indonesia. Dalam pikiran, film-film horror Indonesia masa kini sangat tidak layak ditonton karena kebanyakan isinya bukan horror, tapi adegan sexual. Namun prasangka itu berubah ketika kemarin aku membuka youtube dan menemukan film Jangan Dengerin Sendiri. Menurutku, film ini sangat menarik dan pantas disebut sebagai film horror. Dari adegan awal sampai akhir cerita, film JDS dibumbui dengan aura magis dan sarat hantu. Seram!

Alya, tokoh utama dalam film ini, mendapat wasiat kalung kuno beberapa saat sebelum ayahnya meninggal. Ia tidak pernah tahu asal-muasal kalung tersebut, tapi ayahnya berpesan padanya untuk selalu memakai kalung itu demi keselamatan keluarga.

Suatu saat, pacar Alya (Reno) dan teman akrabnya (Helda) memiliki rencana untuk pergi ke Gunung Sadahurip yang terletak di Kabupaten Garut untuk melakukan sebuah penelitian. Dibuatlah rencana satu hari untuk pergi ke Gunung Sada Hurip yang terkenal anker dan masih sering digunakan sebagai tempat sesajen.

Adegan mulai sarat akan suasana magis sejak petualangan ke gunung Sada Hurip dilakukan. Keanehan pertama terjadi ketika Alya, Reno, dan Helda melewati seorang kakek tua yang sedang merapikan hasil panennya. Kakek itu menatap Alya dengan sangar setiap kali dia melewat. Kemudian, suasana pun jadi semakin horror ketika mobil mereka secara tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan, di dalam hutan.

Sampai jam menunjukan pukul 11 malam, montir mobil yang ditelepon Reno tidak kunjung dating. Akhirnya, mereka mendengarkan siaran radio “Jangan Dengerin Sendiri”. Reno menantang Alya dan Helda bahwa JDS hanya judul, tidak akan berpengaruh apapun. Apalagi mendatangkan hantu, mustahil. Namun kemustahilan itu berubah menjadi kepercayaan ketika seorang hantu nenek-nenek mendatangi mereka. Beruntung, kalung Alya bisa membuat hantu itu jauh.

Cerita tidak selesai sampai di sini. Terror hantu yang terus-menerus terjadi membuat ketiga orang itu tidak nyaman. Didatangkanlah Naomi, sepupu Helda yang merupakan tim JDS dan memiliki kekuatan pancaindra pula, untuk menyelesaikan masalah terror hantu itu.

crop

gambar dicrop dari film Jangan Dengerin Sendiri

Setelah ditelusuri, ternyata si nenek hantu menginginkan kalung Alya. Konon, kalung itu adalah kalung kekuatan si hantu yang direbut oleh ayah Alya. Karena ingin kehidupan berjalan normal tanpa mendapatkan terror, ALya pun mengikhlaskan kalung tersebut. Esok harinya kalung itu dikembalikan ke mayat nenek hantu yang letaknya ada di salah satu pintu rahasia di Gunung Sadahurip.

Meski dikembalikan, arwah hantu itu masih membalas dendam dengan memasuki tubuh Helda untuk membunuh ALya. Inilah akhir cerita, dimana Reno akhirnya membakar mayat nenek hantu supaya bisa tersempurnakan.

Isi cerita film ini biasa saja, namun latar, suara, dan suasana yang dimunculkan dalam film sangatlah menarik. Aku bahkan berkali-kali dibuat deg-degan dan penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Hantu yang ditampilkan dalam film ini pun cukup menyeramkan. Ditambah, film ini bisa ditonton oleh semua orang karena tidak mempertontonkan adegan porno.

Canberra, 2 April 2017

 

Wina Sumiati

Iklan

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s