SUASANA BARU DI CANBERRA

Selamat datang lagi Canberra. Ini semester ke-duaku di negeri pembatas selatan Indonesia. Kali ini aku tidak sendiri, ada yang menemani. Dia yang ku sebut sebagai suami menjadi penambah rasa Canberra. Dulu, Canberra terasa sepi dan membosankan, sekarang semuanya terasa indah dan berwarna.

17035834_1625256340825107_686624936_o

Aku senang berada di sini sekarang. Tugas dan bacaan kuliah memang tak berubah, selalu dan terus saja bertambah. Tapi setidaknya sekarang aku memiliki teman yang bisa diajak diskusi dalam hal apa pun. Hehe. Luar biasa!

Masih ingat dulu ketika tugas di ujung tanduk deadline dan lembar-lembar bacaan menanti, pikiran sungguh sangat mumet. Di tambah dengan nilai yang pas-pasan  dan sakit perut yang tak pernah ada hentinya. Ya Allah, sungguh nestapa rasanya hidup di negeri orang. Ingin berkomunikasi tak mudah, ingin curhat kepada teman tak enak karena kita paham bahwa mahasiswa di sini sangat sibuk dengan urusannya masing-masing.

Hakikatnya cinta suci itu motivasi dan obat. Karena, penyebab penyakit adalah beban pikiran yang tidak memiliki wadahnya. Ketika memiliki suami, hehe, beban hidup kita ditanggung bersama untuk mencari solusi tentang apa yang harus dilakukan. Indah bukan? Hehe.

How are you doing Canberra? I’m doing well! 🙂

Canberra, 2 Maret 2017

Wina Sumiati

Iklan

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s