NOOR MEMESAN: IDUL ADHA DI CANBERRA

“Sapalah kawan, sesibuk apa pun kamu..”

Kira-kira apa yang berbeda antara hari raya Idul Adha di Indonesia dan Canberra? Suasana adalah jawaban yang utama. Di sini, aku tidak lagi mendengar suara takbir yang bergema sepanjang malam 10 Djulhijjah. Tidak pula suara sapi, kerbau, kambing, dan domba saling menyahut di pagi harinya. Jelas, karena Australia bukanlah negara mayoritas Muslim. Dikabarkan, jumlah Muslim di Canberra sendiri berada di urutan ke-5 (?) setelah Kristen, Katolik, Non-Agama, dan Budha.

Mengenai kurban, beberapa orang Muslim Indonesia banyak yang menyalurkan rejekinya untuk berdonasi. Tapi hewan kurban yang diberikan tidak untuk dipotong di sini. Di bawah manajemen Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, hewan kurban akan di salurkan ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Jambi, dan beberapa wilayah lainnya. Jadi jangan harap kalau kau di negeri non-Muslim kau akan kebagian beberapa kantong daging kambing dan sapi. Tak akan ada cerita bersate ria di pekarangan rumah setelah Idul Adha. Tapi tak apa kawan. Di sini, harga daging sapi sangat murah! Tak kebagian hewan kurban pun tak apa-apa, meskipun kesannya pasti berbeda.

Meskipun begitu, ada suasana yang masih sama. Hampir setiap Muslim Australia sibuk di pagi harinya untuk menunaikan Sholat Sunnah Idul Adha di KBRI Canberra yang letaknya sekitar 10 menit dari City Centre. Awalnya, aku sendiri tidak berencana untuk pergi kesana karena kadang-kadang ada momen tertentu di mana wanita harus absen dari kewajiban ibadahnya. Tapi sungguh sangat disayangkan jika Idul Adha di tanah rantau tidak dinikmati sekarang. Karena, kita tidak pernah tahu kalau besok lusa, atau tahun depan kita sedang seperti apa dan dimana.

Kau tahu kawan? usai sholat Idul Adha dan ceramah, pekarangan KBRI mulai dikerumuni banyak orang. Orang-orang dari segala usia berhamburan dari Balai Kartini (tempat dilangsungkannya sholat) menuju ke luar. Aku pun tak mau melewatkan momen berharga ini. Aku membuntuti orang-orang untuk menyantap bakso sedap khas Indonesia. Wah, ini serasa Indonesia banget! Meskipun tidak ada ketupat dan opor ayam sepeti di kampung halaman, setidaknya bakso bisa mengobati kerinduanku kepada Tanah Air.

Hampir tiga jam aku dan kawan-kawan mengobrol segala hal. Dari mulai kesibukan di liburan ini, tugas kampus, sampai ada acara menjodoh-jodohkan. Ini adalah suasana yang sangat luar biasa. Ini pula pertama kalinya aku singgah di Kantor KBRI. Aku berpikir, kesibukan boleh ada, tapi waktu untuk bersilaturahhim harus disempatkan.

 

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1437 H 🙂

Canberra, 12 September 2016

 

Wina Sumiati

Iklan

2 thoughts on “NOOR MEMESAN: IDUL ADHA DI CANBERRA

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s