TERBANG PERTAMA KALI: RASA MASIH MIMPI

Hai kawan, sungguh sayang sekali jika pengalaman tidak dimuntahkan dalam tulisan. Kali ini, aku mau cerita soal bagaimana awal persiapan terbang ke Canberra. Mungkin bagi sebagian besar orang, hal ini sudah biasa. Tapi menurutku, ini adalah mutiara pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Karena, ini adalah buah dari perjuangan dan doa. Ciyee!

Well, aku berangkat dari ketidaktahuan. Dulu pas aku mau daftar universitas luar negeri, aku cuma bermodalkan tanya sana-sini. Beruntung aku mempunyai seorang dosen dan beberapa kawan yang tidak sungkan untuk berbagi pengetahuan. Mereka memberikan pendapat tentang agen yang siap mengurus pendaftaran dan visa. Yah, aku sungguh buta dan tidak tahu bagaimana caranya daftar ke universitas luar negeri. Aku terlalu pemalu dan penakut (jangan baca: pengecut) untuk menghubungi professor di universitas tujuan. Jadi akhirnya, AUG Bandung menjadi pilihanku memasrahkan segalanya.

Sungguh luar biasa menggunakan jasa agen AUG Bandung (Maaf, gak ada maksud PROMOSI! Saya gak dibayar tuh! 🙂 ). Setelah pendaftaran, hanya dua minggu untuk mendapat hasil ditolak dan diterima. Dan, Yeee, Alhamdulillah saya diterima. Memang menggunakan agen tidak akan lama, asalkan syarat-syarat pendaftaran sudah lengkap, seperti personal statement (pernyataan diri tentang pendidikan terakhir, prestasi, dan mengapa pilih jurusan dan universitas itu), ijazah, transkip nilai, IELTS, dan dua rekomendasi dosen. Setelah itu, kamu hanya menunggu hasilnya. Dan semuanya GRATIS!

Dua hari setelah hari raya Idul Fitri, tepatnya tanggal 08 Juli 2016 aku berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. Aku tak tahu saat itu aku telah benar-benar siap atau masih setengahnya. Ini pertama kalinya aku naik pesawat. Tak tahu apa-apa. Modalku yang terbesar saat itu adalah cerita kawan: “mungkin kamu akan jet lag,” “ikuti saja orang-orang perginya kemana”. Wah, dan aku benar-benar mengikuti nasehat teman. Ku ikuti kemana orang-orang melangkah. Beruntungya pula, ada satpam yang siap mengantarkan aku dari bandara A di Denpasar ke Bandara International. Nah, setelah check-in alias pengecekan barang dan tiket, baru dari sana aku mengekori orang-orang. Karena di bandara international, petugasnya diganti menjadi bule-bule semua. Lagi-lagi, aku terlalu malu untuk berbicara pake bahasa bule. Tapi Alhamdulillah, keberuntungan masih berpihak. Akhirnya aku duduk di pesawat Virgin Air menuju Sydney, Australia. Yeahhhh!!

Di pesawat itu, aku benar-benar merasa kagum dengan ciptaan Allah S.W.T. Maha Suci Allah atas segala  ciptaannya. Kau tahu kawan? Awan-awan yang ku lihat bagaikan sebuah istana. Damai, indah, dan tenang. Salah satu bentuknya ada yang bergumul, ada yang membentuk gambar angin topan, dan ada yang seperti kasur. Di tambah lagi, warna putih berbalut jingga dan biru sungguh sangat menyenangkan mata. Di sanalah kau akan merasa bahwa dirimu bukan apa-apa. Dari sanalah kau akan merasa bahwa keberadaan Sang Pencipta itu bukan rekayasa. Sungguh ajaib. Perjalanan dan mengenal alam memang akan membuat manusia sadar bahwa ada yang menciptakan segalanya.

Tak terasa, sekitar 5 jam perjalanan, akhirnya aku telah sampai menuju Canberra, Ibukota Australia.  Aku dijemput oleh dua orang wanita yang akan tinggal serumah denganku. Kita berkenalan, bercengkrama, dan aku baru tersadar, bahwa ini bukan sekedar mimpi. Ini nyata.

Canberra, 11 September 2016

 

Wina Sumiati

 

Iklan

2 thoughts on “TERBANG PERTAMA KALI: RASA MASIH MIMPI

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s