SUSAHNYA MEMULAI

 

Hasil gambar untuk MEMULAI

gambar dari: teropongbisnis.com

 

Sering saya berpikir bahwa pencapaian awal ini adalah sebuah keberuntungan. Keberuntungan yang harus saya manfaatkan karena ini adalah awal, masih awal. Saya tak lebih dari orang pada umumnya yang punya rasa malas lebih besar dari pada praktiknya dan punya keinginan tapi susah memulai. Kenapa begitu sulit untuk hanya membuka buku kemudian membacanya? Kenapa lebih memilih melamun memikirkan hal yang tak penting daripada mengerjakan tugas? Apa sebenarnya godaan terbesar yang membuat kita memilih diam daripada berubah? Sekarang saya mulai mencari akar permasalahannya.

Satu, kita ingin langsung mencapai puncak. Benar kawan, kita sering berkhayal untuk mendapatkan kejuaraan menulis, jadi idola di media, jadi mentri, tapi kita tidak mau menjalani prosesnya. Proses ini yang sangat penuh dengan cobaan. Ya cobaan seperti gagal dan sedikit berhasil, terus langsung puas. Mental jenis apakah ini? Kok baru dipuji orang sedikit langsung bangga? Parahnya, terlena terhadap pencapaian kecil diri sendiri pun membuat kita diam. Ya sudah lah, kan orang sudah lihat kita bisa. Ya sudah lah, kan posisi kita sudah enak, mau apa lagi? Alah, pikiran seperti ini sungguh sangat berbahaya kawan. Kita memang tidak secara langsung mengatakan itu, tapi hati tidak bisa berbohong.

Dua, rumput tetangga terlihat lebih enak kawan! Tak bisa diragukan, kita sering melihat orang lain bisa bersenang-senang tanpa beban, lantas kita ingin kehidupan yang sama. Pertanyaan saya, apakah hidup dalam posisi aman akan merubah hidup menjadi lebih baik? Tidak. Tidak karena beban hidup, baik itu pekerjaan atau tugas akan merubah sosok manusia menjadi lebih berharga. Dari sini lah nilai manusia bisa diukur. Orang yang selalu ditempa dengan kesulitan dalam hidupnya akan terlatih dengan masalah. Jadi ketika ada masalah yang pernah dialami dulu, ah itu sudah dianggap biasa.

Tiga, kita tak tahan kritikan. Ini lah yang sering terjadi denganku pula. Aku tak bisa membohongi diri sendiri bahwa kritikan itu menusuk. Awalnya memang sakit, tak rela kita direndahkan. Tapi setelah itu sering kali kita sadar bahwa kritikan itu ternyata membantu kita untuk memperbaiki diri. Dari buruk menjadi lebih baik, walau awalnya karena terpaksa. Kita terpaksa melakukan hal untuk menghindari kritikan orang. Awalnya memang seperti itu. Tapi lama-kelamaan, kita akan biasa.

Sebelum menutup tulisan, ada pesan penting yang disampaikan kawan keturunan China dari Canberra.

“Motivasi atau semangat itu tak bisa datang sendiri. Kita yang harus mencarinya. Ketika kita menghadapi masalah rumit: tugas misalnya, hanya mengharapkan semangat datang tidak akan berguna. Jemputlah motivasi itu dengan MEMULAI! Coba mulai kerjakan, di sanalah nanti kamu akan menemukan pencerahan: motivasi.”

Begitu lah kawan isi pikiran yang bisa aku sampaikan hari ini. Di Canberra langit mendung, tapi hati tak boleh sama. Jadi menulis sepertinya menjadi obatnya. J

Canberra, 09 September 2016

 

Wina Sumiati

Iklan

4 thoughts on “SUSAHNYA MEMULAI

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s