DAN, PERJUANGAN INI BELUM BERAKHIR: CANBERRA

Sudah dua minggu lebih aku hidup di ibu kota Australian Capital City, Canberra. Perjuangan mengejar beasiswa S2 itu intinya di sini. Tapi yang namanya sebuah ‘perjuangan’, tak ada yang mudah. Begitu juga denganku.

Ada semacam kekhawatiran mendalam semenjak hari pertama kuliah. Kaget luar biasa ketika melihat semua teman sekelas berasal dari negara berbahasa Inggris (English Countries). Dalam hati aku mendakwa, “Bukan kah ini yang kau mau?, kenapa sekarang jadi lemah seperti itu?” Memang itu cita-citaku. Tapi aku juga heran kenapa mentalku yang dulu baja jadiΒ meleleh.

Jujur kawan, aku itu pemalu. Penakut, tapi punya asa setinggi langit. Tak tahu lah apa sebutan untuk orang seperti ini. Apakah pantas disebut pembual tapi tak mau usaha? Tapi tidak juga. Aku belajar sekuat tenaga. Karena meski bagaimana pun aku memiliki beban untuk SEKOLAH BENAR. Tapi masalahnya, aku masih gentar untuk beropini di depan para bule itu.

Tiap hari aku jatuh bangun. Bukan apa-apa, tapi karena batinku memberontak. Menyesal karena tadi tidak berani mengeluarkan pendapat di depan tutor, padahal kata-kata udah diujung mulut, tapi susah dikeluarkan. Ini semua hanya karena aku takut salah.

Oh God, tolong aku. Semoga diriku bisa merubah diriku sendiri dengan kemudahan_Mu. πŸ˜₯Image9

Iklan

8 comments

  1. semangat teh winaaa..
    tulis ceritanya terus di sini selama di saya ya… πŸ˜€
    keep spiriiit… believe your self that you can.

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s