HANJELI DI CISOMPET: Tanaman Liar yang Mulai Langka

Exif_JPEG_420

Hanjeli di Cisompet

Masa kecilku dipenuhi dengan hal yang tak pernah membosankan. Kemana pun bermain, baik itu sendiri atau pun bersama bapak, tak ada hal yang perlu dirisaukan. Sebab, alam waktu itu menyediakan segalanya untuk anak-anak penghujung abad ke-20 sepertiku. Hal ini pula yang menghubungkan ingatanku pada tanaman liar yang tak pernah aku lupa: hanjeli.

Tak banyak orang yang tahu tanaman yang satu ini. Daunnya agak kasar seperti bambu, bertubuh kerdil, dan berbuah keras agak bulat dengan ujung kepala agak meruncing ke atas. Biasanya tanaman ini tumbuh di dekat sawah atau di pinggiran sungai.

Ketika masih kecil, aku sering bermain dengan tanaman ini. Aku masih ingat, waktu itu aku sering menemani bapak untuk memotong rumput di sekitar jalan Cipongpok, Cisompet-Garut. Jajaran tanaman hanjeli yang tertanam liar di pinggiran sawah sering menarik penglihatanku. Puluhan biji-biji hanjeli pun bisa aku kumpulkan di kedua tangan. Waktu itu aku benar-benar tak terpikir siapa pemilik tanah yang tertanam hanjeli. Yang ada di pikiranku, hanjeli adalah salah satu sumber kebahagiaan yang disuguhkan alam untukku. Sungguh menyenangkan!

hanjeli-solusi-pangan

gambar dari: agrokomplekskita.com

Sesampainya di rumah, aku mencoba untuk melubangi hanjeli dan membuatnya seperti tasbih atau cipoah untuk menghitung. Dengan jarum dan benang seadanya, aku berhasil membuat keterampilan semacam itu. Bagiku, apa pun fungsinya, semua yang ku buat dari biji hanjeli bagaikan permainan.

Meskipun demikian, itu kisah yang terjadi sekitar 15 tahun lalu, waktu aku kira-kira berada di kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar. Tepat tiga hari yang lalu di tahun 2016 ini, pemandangan masa lalu sudah hampir sirna. Hanjeli yang sangat banyak sekarang sudah jarang ditemukan. Sehingga, betapa bahagianya ketika kemarin aku masih bisa menemukan satu tanaman hanjeli di sekitar jalan Cipongpok.

Kini, aku mulai curiga bahwa hanjeli merupakan salah satu tanaman penting yang menyokong kehidupan petani di Cisompet. Ah, entahlah. Sejauh ini aku belum menanyakan mengenai fungsi tanaman menarik ini. Jika tanaman ini pernah mendapatkan kejayaannya di masa lalu, maka sungguh disayangkan apabila masyarakat Cisompet sudah mengabaikan manfaatnya.

Kelanjutan…

Well, setelah menelusuri melalui beberapa situs, ternyata hanjeli atau jail-jali merupakan tanaman yang sangat berguna untuk masyarakat. Namun sayangnya, karena pengolahan tanaman ini sangat sulit, maka masyarakat banyak yang tidak tertarik untuk membudidayakannya. Meskipun pada kenyataannya, hanjeli adalah tanaman yang mampu bertahan di segala musim.

Sebagaimana informasi yang aku dapatkan, fungsi hanjeli itu tidak hanya bisa dibuat manik-manik, tapi juga bisa menjadi pangan pengganti nasi. Kandungan nilai gizinya hampir setara dengan nasi, dengan nilai kalsium lebih tinggi.

Nah guys, ternyata banyak tanaman liar yang bermanfaat untuk kehidupan. Namun manusia lebih memilih bertahan pada satu hal, dan enggan berganti dengan alternative lainnya. Mungkin kalau pangan yang popular sekarang sudah mulai punah, baru manusia akan tersadar akan tanaman yang diabaikan.

Cisompet, 19 April 2016

Ditulis oleh,

 

Wina Sumiati

 

Iklan

9 thoughts on “HANJELI DI CISOMPET: Tanaman Liar yang Mulai Langka

  1. Wah saya tumben tahu tanaman ini. Bagus juga kalau bisa dijadikan kalung atau tasbih, jika dibudidayakan bisa jadi peluang kerajinan yang dapat dikerjakan warga sekitar. Kalau serius bisa jadi ciri khas daerah Cisompet nih :hehe. Sayang banget ya sekarang sudah tidak banyak lagi tanamannya, padahal kalau jeli dan dikembangkan, bisa jadi potensial banget bagi ekonomi warga sekitar.

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s