MASIH SEPERTI ANGIN

asadad
gambar dari: sitwithyourleg.blogspot.com

Kawan, mungkin sudah seharusnya wanita yang memikul usia 23  bisa lebih dewasa dan matang dalam menghadapi kehidupan. Tapi aku belum merasakan hal itu dalam hidupku. Aku masih sangat mudah untuk terombang-ambing arus yang ada di sekitarku. Ketika aku membaca karya seseorang, misalnya, aku akan dengan mudah termotivasi dan mempunyai pikiran yang lebih terang. Tapi beberapa saat kemudian ketika aku memikirkan hal yang buruk, aku bisa dengan mudahnya membatalkan kebaikan yang akan aku lakukan.

Tuhan, tolong bantu aku.

Aku bagai debu yang terbawa angin.

Kemana pun dia berarah, ke sana lah aku akan melaju.

Mungkin debu pun lebih berharga dari padaku.

Ia selalu bersyukur dengan keadaannya yang demikian.

AKu? Aku pengeluh yang ulung, tapi besok tidak lagi.

Harapan yang suci semoga direstui.

Parahnya kawan, aku itu cenderung pemalas. Aku sering membaca banyak karya-karya orang, tapi sangat sulit bagiku untuk membuat tulisan. Ada ide, tapi sia-sia belaka. Hah, mungkin aku harus lebih banyak membaca karya inspiratif kawan-kawanku. Agar aku bisa bangkit. Aku yakin semua hal buruk dalam diri ini bisa dirubah. Selama aku mau dan berusaha untuk melakukannya. Karena, Allah tak akan mengubah nasib seseorang, selama dia tidak berusaha dengan tangannya sendiri. Jadi, usaha dulu lah. Bismillah!

Iklan

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s