GUNUNG NAGARA: OBJEK WISATA KEC. CISOMPET POENYA

Gunung Nagara dari kejauhan

Gunung Nagara dari kejauhan

Salah satu objek wisata yang tidak asing lagi bagi masyarakat Kecamatan Cisompet adalah Gunung Nagara. Gunung (bukit) ini terletak di Depok Peuntas, salah satu kampung di Desa Depok yang bisa ditempuh dari SDN III Depok di Pangligaran. Dari Kecamatan Cisompet sendiri, kita akan menghabiskan waktu sekitar setengah jam dengan kendaraan pribadi atau elp menuju SDN III Depok. Setelah itu, kita berjalan menuju Depok Peuntas dan dilanjutkan menuju Gunung Nagara.

Meskipun disebut gunung, Gunung Nagara ini adalah bukit yang hampir sama dengan bukit-bukit lainnya. Namun keunikan, dan kisahnya (folklore) menjadikan bukit ini terkenal dan diagungkan sebagai gunung suci tempat tinggal Prabu Kian Santang, putra Prabu Siliwangi yang menyebarkan Islam di wilayah Garut. Dikatakan folklore karena masyarakat sekitar sangat mempercayainya, tapi belum ada penelitian dan catatan sejarah yang menyatakan kebenarannya.20140731_111455

Dari gerbang awal menuju Depok Peuntas, kita akan menelusuri jalan setapak hingga menemukan jembatan penyebrangan. Tapi bukan jembatannya yang akan kita lalui. Dari jalan setapak sebelum jembatan tersebut kita harus menelusuri semak belukar menuju sungai besar. Waah, pokoknya perlu perjuangan untuk melintasinya. Hehe. Sesuai pengalaman saya tahun lalu, kerjamasama antar teman sangat diperlukan. Sebagai catatan: hati-hati, kadang di sungai besar ini ada orang yang sedang mandi. Hehe. Dari sinilah keseruan mendaki dan penjelajahan dimulai.

Dari sungai yang dilalui, kita akan menelusuri satu bukit, dan sawah. Setelah itulah kita akan melihat Gunung Nagara dan objek yang akan benar-benar kita lalui. Meskipun hanya sekedar bukit, tapi perjalanan menuju puncaknya tidaklah mudah. Maka dengan itu, tongkat yang bisa kita temukan di perjalanan sangat diperlukan untuk mempertahankan diri sendiri. Saking lelahnya, teman-teman dan saya pun sering menyengajakan diri untuk berhenti sejanak. Pendakian yang saya lalui bagai takan pernah berakhir. Butuh sekitar 1 ½ jam bagi pemula seperti saya untuk mencapai bukit terkenal di Cisompet itu.

Setelah perjuangan, kelalahan, dan keringat yang tak pernah berhenti keluar, akhirnya saya pun bisa sampai di puncak Gunung Nagara. Dari sanalah kepuasan yang kita rasakan akan membayar semua perjalanan dan kelalahan.

 

Ada lima tempat suci (yang disucikan) di gunung ini. Dari tempat pemberhentian awal, kita akan menemukan Makam I. Di pekuburan ini, ada 26 kuburan yang berada di sana. Karena sering digunakan sebagai tempat mencari peruntungan dan meminta keinginan, disini ada kuncen yang akan mengarahkan orang-orang berkepentingan tersebut. Tidak jauh dari makam I, ada makam II yang memiliki dua kuburan. Jika merasa lelah dan ingin membersihkan diri, ada sumur 7 yang berada tidak jauh dari area pekuburan tersebut. Untuk penjelajah seperti saya, tempat ini hanya digunakan sebagai tempat wudhu dan bersih-bersih. Tetapi untuk orang berkepentingan, air tesebut digunakan untuk bersuci dan ritual tertentu.

Tempat keempat yang menurut saya sedikit menyeramkan, hehe, yaitu pohon Kiara. Pohon yang sangat besar itu kemungkinan berusia ratusan tahun. Kadang-kadang, pohon yang dianggap keramat itu digunakan sebagai tempat pemujaan dan ritual. Kalau sedang beruntung, kita bisa menemukan kepala sapi dan sesajian yang ditanam di bawah pohon tersebut. Se.. se…. se…. raaaaammmmmmmmm.

Tempat terakhir yang jadi primadona dan paling dikeramatkan adalah Makam III. Di tempat tersebut ada dua buah kuburan yang salah satunya dipercaya sebagai Makam Prabu Kiansantang. Menurut cerita orang-orang sekitar, di bukit inilah tempat tinggal sesungguhnya Sang Prabu. Daerah Suci yang ada di kota Garut hanya dianggap sebagai tempat persinggahan putra Prabu Siliwangi ini. Keyakinan tersebut diperkuat dengan naskah dan tongkat Baginda Ali yang telah dicuri (dipinjam tapi tak dikembalikan) oleh mahasiswa tak bertanggung jawab. Wallahu a’lam, belum ada kebenaran yang mengungkapnya.

Untuk perjalanan pulang dari Gunung Nagara, kita bisa melewati jalur yang sama. Tidak seperti pendakian, penurunan dari bukit tersebut hanya memerlukan waktu sekitar ½ jam, tapi perjuangannya tak kalah hebat. Hehe.

Seperti itulah tempat pariwisata yang harus dicoba untuk dikunjungi. Selamat Mencoba!!!!!!

Iklan

4 thoughts on “GUNUNG NAGARA: OBJEK WISATA KEC. CISOMPET POENYA

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s