BEGINILAH PEKERJAAN URANG CISOMPET

Pada umumnya, masyarakat Cisompet merupakan masyarakat yang masih hidup dalam keadaan tradisional, tapi mulai tersentuh kehidupan modern. Gambaran tradisional dan modern tersebut akan terlihat dari mata pencaharian masyarakat di desa ini.

BERTERNAK
BERTERNAK

Sebagai masyarakat yang masih bergantung pada kebaikan alam, kebanyakan masyarakat di Cisompet bekerja sebagai petani dan peternak. Hal ini mungkin karena wilayah Cisompet menyajikan kekayaan alam yang sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan secara baik. Berbagai tanaman bisa tumbuh disini, seperti padi, karet, teh, dan kelapa sawit. Padahal tanaman tersebut bisa tumbuh di keadaan yang sangat berbeda suhu. Jawaban dari semua ini yaitu karena wilayah Cisompet melingkupi daerah dingin di Neglasari dan Sindangsari, wilayah bersuhu sedang di Desa Cisompet, dan wilayah bersuhu panas di beberapa desa perbatasan sebelum Pameungpeuk. Keadaan ini sangatlah menguntungkan masyarakat untuk bisa bercocok tanam apapun.

Mata pencaharian tradisional yang ada sejak turun temurun adalah pertanian dan peternakan. Banyak masyarakat di Cisompet yang menyandarkan hidupnya pada tanaman padi, bonteng, pisang, dan berbagai tanaman lainnya. Selain itu, hampir setiap rumah di Cisompet memelihara ternak sebagai pekerjaan sampingannya. Sebagian besar ternak yang dipelihara adalah domba, kambing, sapi, bebek, dan ayam. Maka dengan itu, tidaklah heran jika di belakang rumah warga, kita bisa menemui berbagai kandang, seperti ayam, bebek, dan domba.

PERTANIAN
PERTANIAN

Meskipun sebagian besar masyarakat bertumpu pada mata pencaharian tradisional, tapi pekerjaan modern sudah mulai merambahi masyarakat. Setelah tahun 2010’an, sangat banyak para pemuda di Cisompet yang mengenyang pendidikan S1. Sehingga, professi sebagai guru, pegawai bank, dan professional lainnya adalah pilihan yang sedang tren akhir-akhir ini. Penyebab terbesar dari perubahan ini adalah banyaknya beasiswa yang ditawarkan dan lulusan S1 yang seakan menjanjikan masa depan yang lebih terarah.

Perubahan-perubahan di Desa Cisompet kemungkinan akan terus terjadi seiring dengan pesatnya perubahan dunia dalam berbagai hal. Kemajuan dari dunia luar tersebut tak bisa dipungkiri akan membawa dampak pula pada kehidupan masyarakat Cisompet, seperti dalam hal mata pencaharian.

Iklan

5 comments

  1. Apapun perubahan yang masuk, jangan sampai mengikis kebudayaan setempat.. karena saya percaya budaya sunda lekat dengan Islam. Ingat,modernisasi dari dunia luar membawa misi terselubung yg dikenaldengan 3F( Food, Fashion, & Fun)
    -Food: anak muda sekarang lebih kenal menu barat drpd daerah sprti burayot, ladu, peuyeum ketan,opak pasir, manisan ceremei, lahang,nasi lemeng,dsb.
    -Fashion: Jilbab it’s oke, tp sy juga sangat kagum bila ada gadis kampung yg masih pake sarung kebat misalnya.
    Jilbab skrng banyak yg gk syar’ie , masih menampilkan lekukan, termasuk jeans ketat
    -Fun: cinema barat udh maklum, sinetron India & sinema remaja jg mengancam. Sinetron GGS itu kuat bener pengaruhnya sm anak sekolah sekarang

    • haha.. iya benar. Dalam sejarahnya dikenal Islam itu Sunda, Sunda itu Islam. Mesipun faktanya kemungkinan ada 0,001 persen yang bukan Islam dari para pendatang dan pindah agama. Jadi, budaya Islam dan Sunda harus dipertahankan.
      terima kasih, infonya oke banget!

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s