MUNGAHAN DI KOTA GARUT

EDISI RAMADHAN 1436 H

Bulan penuh berkah yang dinantikan semua orang ternyata datang juga. Sebelum menjalani ibadah berpuasa, kebanyakan Muslim di Indonesia menghabiskan satu hari sebelum ramadhan untuk berlibur bersama keluarga. Sehingga tidak heran jika di hari yang disebut mungahan itu, banyak orang yang pulang ke kampung halamannya. Di kampung halaman saya sendiri, hampir semua orang di Desa Cisompet menyempatkan waktu mereka untuk berkumpul bersama keluarga ke pantai-pantai yang ada di Selatan kota Garut.

Namun tidak bagi saya. Sehari sebelum ramadhan, saya masih sibuk untuk membuat persyaratan beasiswa afirmasi. Beberapa hari sebelumnya, saya menargetkan untuk menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan beasiswa selesai sebelum ramadhan tiba. Meskipun demikian, saya menikmati kegiatan tersebut karena saya bisa berkunjung ke beberapa tempat di Garut tanpa ditemani siapapun.

Perjalanan pertama saya di kota Garut yaitu menuju Kapolres Kota Garut. Dengan modal bertanya kepada orang-orang di sekitar Terminal Guntur, saya berangkat sendiri kesana dengan menggunakan angkot berwarna biru tua. Eh jangan salah, perjalanan ini bukanlah untuk menjenguk para narapidana, tapi untuk membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Karena sebelumnya saya pernah membuat SKCK, jadi saat ini saya hanya perlu memperpanjangnya. Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali bagaimana tata cara memprosesnya, tapi sekali lagi ‘dengan bertanya’ saya akhirnya bisa.

Proses membuat kelakuan baik ini tidaklah terlalu lama. Hanya perlu sabar mengantri sekita 1-2 jam (hehe), kita sudah bisa memperoleh surat itu. Meskipun begitu, ada hal-hal yang kurang saya suka dalam hal pelayanannya. Bagaimana tidak, saya sering kali mendapati salah satu polwan yang berbicara dengan nada tinggi. Pertamanya, saya kira dia adalah polisi cool yang berwajah imut, namun ketika saya lihat lebih jelas lagi, ternyata dia POLWAN. Haha. Saya sangat kecewa dengan kenyataan ini dan pelayanannya yang kurang ramah.

Setelah kenyataan pahit itu berakhir, saya meneruskan perjalanan ke Rumah Sakit Umum Dr. Slamet. Hal yang tidak pernah lupa dalam perjalanan ini yaitu meng-up-date status di FB dan BBM. Bukan untuk pamer, tapi seharian itu saya belum mengisi kolom status yang masih kosong. Jadi saya memutuskan untuk mengisinya dengan perjalanan ke RSU. Hasilnya, banyak teman-teman yang bertanya “Siapa yang sakit?, Emang mau diperiksa apa ke RSU?, Nganter siapa ke RSU?”. Seperti yang telah saya perkirakan, pasti orang akan menuding sakit ketika orang datang ke rumah sakit. Padahal nyatanya, saya hanya ingin membuat Surat Sehat, Surat Bebas Narkoba, dan Surat Bebas TBC.

Proses membuat surat-suratan di Rumah Sakit sungguh memakan waktu yang sangat lama. Berangkat dari pukul 8 pagi, saya baru bisa menyelesaikannya jam 2 sore. Alamak, sungguh sangat membosankan. Sebelum membuat surat sehat, saya mendaftar di loket 1 dan dilanjut dengan mengantri di Poliklinik Dalam. Bersama orang-orang sakit lainnya, saya mengantri. Ada yang dipapah sama dua orang keluarganya, ada yang memakai kursi roda bersama infusnya, ada juga yang berjalan tergopoh-gopoh dengan lemasnya. Ketika saya mendapat panggilan ke dalam ruangan, si dokter menanyakan keluhan. Lalu saya bilang, saya perlu surat sehat, bebas narkoba, dan bebas TBC. Hah, ternyata saya salah masuk ruangan. Setelah perawat lain mengoceh karena kesalahan saya, saya disarankannya untuk membuat surat-suratan itu di Lab, ruang ronsen, dan kembali lagi ke Poli dalam. Selama hampir 6 jam saya membuat surat-suratan itu. Dalam waktu yang sangat membosankan itu, saya hanya bisa memanggil tukang asongan, melamun, update status, dan membuka FB.

Selesai membuat surat-surat untuk persyaratan, saya memergoki beberapa orang memadati jalan sepanjang rumah sakit. Betapa senangnya saat itu karena saya bisa memilih jajaran makanan yang dijual di sisi jalan raya. Bersama beberapa orang lainnya, saya pun ikut nongkrong dengan ditemani segelas Es Goyobod –minuman asli Kota Garut- dan seplastik baso ikan. Saya anggap dua makanan tersebut sebagai rasa syukur saya di hari mungahan.

Selamat menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan. Semoga kita bisa menuju hari kemenangan. Mohon maaf lahir batin ya.

gambar dari riniambarsari.wordpress.com
gambar dari riniambarsari.wordpress.com
Iklan

2 comments

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s