INTERNET DI CISOMPET

Kantor Kecamatan Cisompet

Kantor Kecamatan Cisompet

Masuknya internet ke Kecamatan Cisompet ternyata telah membawa kemajuan intelektual bagi setiap orang dari berbagai usia. Setiap orang dari mulai usia muda hingga senja, kini bisa memainkan komputer yang bisa menghubungkan mereka ke seluruh dunia. Mereka tidak lagi membutuhkan pengajar komputer untuk bisa memainkan internet. Cukup dengan melihat sekali dan didukung dengan rasa keingintahuan yang tinggi, setiap orang pun dengan sendirinya bisa menjelajahi setiap situs di dunia maya.

Dimulai dengan kehadiran Facebook pada tahun 2009, kemudian dipicu dengan merambahnya warung internet dan hape murah, urang Cisompet kini bisa mengenal teman-teman yang lainnya di wilayah-wilayah pelosok Cisompet, seperti Cirongsok, Cikondang, Jadun, Haurkuning, dan sebagainya. Mengenal orang tidak lagi disebabkan berbada di sekolah atau tempat kerja yang sama. Dengan melihat profil Facebook, orang bisa mengetahui alamat asal, kesukaan, dan identitas diri lainnya.

Meskipun demikian, kita tidak bisa memungkiri bahwa dari setiap kemajuan pasti ada kerugian yang dihasilkan. Keunikan internet telah menggerus interaksi sosial dan permainan tradisional yang ada di Cisompet. Hadirnya BBM, Line, Whatsapp, dan Fb telah memindahkan sebagian besar dunia urang Cisompet ke dunia maya. Hal tersebut menjadikan komunikasi secara langsung tidak lagi terlalu dibutuhkan. Cukup dengan mengirim pesan lewat BBM atau chat di Fb, setiap orang bisa menyampaikan kepentingannya.

Anak-anak desa

Anak-anak desa

Permainan tradisional, selanjutnya, menjadi kurang diminati anak-anak desa. Mereka cenderung lebih menyukai Facebook atau permainan maya (game online). Jarang sekali terlihat anak-anak SD/SMP mengukir genteng untuk bermail soldah, bersembunyi di berbagai tempat untuk ucing sumput (petak umpet), atau mencari batu-batu kecil untuk bermain encrak batu. Semua permainan tersebut telah tergantikan oleh keunikan animasi warna-warni dalam permainan di komputer dan online. Lebih parah lagi, para orang tua mereka telah memfasilitasi anak-anak hape canggih sejak usia dini. Bahkan sejak masih bayi pun kebanyakan orang tua telah menunjukan hape kepada anak-anaknya. Akibatnya, sejak masuk TK anak-anak merengek untuk dibelikan hape-hape canggih.

Apakah ini salah? Menurut saya, pada usia dini, anak-anak memerlukan pengajaran untuk mengenal dan mencintai budaya asalnya. Pengenalan bahasa daerah, permainan tradisional, dan cara berkomunikasi dengan baik kepada semua orang sangatlah diperlukan. Penguasaan budaya asing, seperti teknologi dan bahasa asing bisa dilakukan setelah menginjak remaja. Hal ini dilakukan supaya generasi bangsa tidak kehilangan identitas dirinya sendiri.

Disadari atau tidak, kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindari. Kita tentu harus menerima kemajuan dunia modern untuk bisa menyesuaikan dan menjauhi keterbelakangan. Akan tetapi, penerimaan tidak harus dilakukan dengan menelan mentah-mentah budaya asing yang masuk. Kita harus lebih cermat untuk menggunakan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Selain itu, peran orang tua dan guru untuk memantau anak-anak juga sangat penting supaya mereka tidak salah menggunakan kemajuan yang ada.

Iklan

3 thoughts on “INTERNET DI CISOMPET

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s