RESIKO ORANG BESAR

prabowo-dan-jokowi-kartun
kupang.tribunnews.com

 

Menjadi orang besar tidak selamanya enak. Tapi kenapa banyak orang yang berlomba-lomba untuk meraih posisi sebagai orang besar? Ini mungkin karena anggapan mereka bahwa berada di posisi atas akan bisa menguasai segalanya tanpa resiko apapun. Anggapan tersebut benar-benar salah besar.

Menjadi orang besar tidak semudah apa yang sering dibayangkan. Banyak orang besar yang tidak tenang hidupnya karena terlalu sibuk memikirkan kekuasaan dan hartanya. Banyak orang besar juga yang tidak merasa tenang karena mendapat ancaman dari mana-mana, maka dengan itu mereka harus menyisihkan uang untuk membayar bodyguard untuk melindunginya.

Resiko menjadi orang besar akhir-akhir ini pun sering kita saksikan di negara kita, Indonesia. Untuk menempuh kursi orang no. 1 di Indonesia, misalnya, calon orang besar seperti Prabowo dan Jokowi harus rela mendapat serangan dari berbagai pihak. Tidak tanggung-tanggung, pencemaran nama baik kedua capres tersebut pun semakin marak melalui black campaign. Karena itulah akibat yang harus ditanggung oleh orang besar, tidak semudah yang dibayangkan.

Serang itu pun tidak berhenti sampai keputusan terpilihnya presiden usai. Setelah menjabat sebagai presiden, mau tidak mau orang besar tersebut harus menerima serangan kembali dari pihak yang bertentangan. Meskipun memiliki kekuasaan dan wewenang, namun karena negara ini berasaskan demokrasi, maka rakyat bebas mengkritik setiap tindakan presiden.

Namun demikian, saya tidak menampik diri bahwa saya pun ingin menjadi orang besar. Layaknya manusia pada umumnya, sifat lahiriyah untuk ingin menjadi orang besar di muka bumi tidak bisa ditolak. Setiap orang, termasuk saya, berlomba-lomba dalam hidupnya supaya tidak dipandang rendah oleh masyarakat. Sesudah mendapat posisi tinggi pun, manusia akan mencari kekuasaan yang lebih tinggi untuk menjadi orang besar.

Namun, kebanyakan orang besar lupa akan asal-usulnya. Untuk mendapat kekuasaan yang lebih tinggi pun, mereka rela menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Tidak heran jika mereka memiliki banyak serangan dari berbagai pihak. Itulah mengapa menjadi orang besar memiliki resiko besar. Maka dengan itu, supaya menjadi orang besar tidak mendapat resiko besar pula, orang besar haruslah bermanfaat dan menjaga tali silaturrahim dengan semua kalangan.

Iklan

15 comments

  1. Ada yang berlomba-lomba menjadi orang besar karena ambisi untuk memperluas kekayaan dan kekuasaan…

    Tapi ada juga orang yang berusaha meraih suatu posisi karena keterpanggilan, karena gak bisa tinggal diam menyaksikan keterpurukan kondisi di sekitarnya…

    Ada yang karena serakah, ada yang dengan tulus hati…

  2. Ada yang memang tujuannya ingin menjadi orang besar dan mungkin ada juga yang berambisi untuk memperbaiki Indonesia. Jujur saya termasuk orang yang ingin berandil dalam memperbaiki bangsa ini.
    Salam kenal..

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s