BANYAK JALAN MENUJU ROMA

https://i2.wp.com/www.fauziadi.com/wp-content/uploads/2012/10/roma11.jpg

fauziadi.com

Sebulan yang lalu, Mr. T (Guru bahasa Inggris) secara tiba-tiba meliburkan semua aktivitas kelompok Bahasa Inggris yang sering kami lakukan hari Sabtu. Aku pun kurang mengerti alasan diliburkannya kegiatan sabtu ini. Tidak ada rasa kecemasan apapun mengenai hal ini. Namun pada hari sebelumnya, Beliau mengatakan bahwa karena ada kegiatan tertentu, maka beliau meliburkan less minggu ini.

Namun tiba-tiba, kecemasanku mulai terasa ketika dua minggu berikutnya aktivitas bahasa Inggris diliburkan lagi tanpa alasan apapun. Begitu pula pada minggu-minggu berkutnya, beliau mengatakan pada kami bahwa aktivitas itu dihentikan beberapa saat.

Tepat satu minggu kemudian, Susi berangkat menuju rumah Mr. T jam 09.00 WIB tepat. Pada saat itu pula Susi mengirimkanku pesan bahwa Susi dan kawan-kawan lainnya disuruh pulang lagi ke rumah masing-masing. Karena masih penasaran dengan libur tiba-tiba ini, aku pun langsung cepat-cepat menemui Susi ke rumah Mr. T. Dan ternyata, hal yang tidak pernah aku bayangkan terjadi. Mr. T marah karena ketidakdisiplinan kami terhadap waktu. Ini mungkin bukan kali pertamanya kami telat, pada minggu-minggu sebelumnya kami sering tidak tepat waktu datang ke rumahnya.

Memang sesuai perjanjian sebelumnya, kami bersedia dibubarkan atau dikeluarkan dari kelompok ini jika suatu saat kami tidak disiplin. Dan akhirnya, waktu itu pun tiba. Kami benar-benar dibubarkan dari kegiatan bahasa Inggris ini.

Campur aduk perasaan berkumpul dalam satu benak. Sebenarnya aku ingin menangis, tapi tak bisa. Ingin mengadu, tapi juga tak bisa. Setengah hari penuh setelah keputusan pembubaran itu, aku tak melakukan aktivitas apapun. Perasaan menyesal atas sikapku dulu kini hanya menumpuk dalam pikiran.

Hal yang paling aku sesalkan yaitu diriku sendiri. Ketika aku sebagai sebuah batu telah siap membentuk patung sempurna yang diinginkan seorang pemahat, kini pahatan itu harus tertunda sejenak. Sekarang, aku sendiri bingung harus berbuat apa. Padahal belakangan ini semangatku untuk memahat kemampuan bahasa inggris sedang begitu naik. Kini semangat itu harus memudar sejenak karena ketidakdisiplinan. Namun demikian, aku akan terus berusaha agar pahatan itu benar-benar terbentuk secara sempurna.

Kesedihan ini tak kunjung hilang karena aku masih memendam impianku. Aku ingin melanjutkan S2 ke luar negeri. Tapi sayangnya, aku tidak tahu cara untuk meraih itu. Satu-satunya jalan yang bisa ku tempuh adalah terus mengasah kemampuan tanpa bimbingan seorang guru. Namun demikian, suatu hari aku berharap aku bisa menemui siapa saja yang bisa memberikanku petunjuk untuk meraih impian itu. Insya’allah, banyak jalan menuju Roma.

Iklan

2 thoughts on “BANYAK JALAN MENUJU ROMA

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s