PERNIKAHAN PENUH PENGORBANAN

jalan menuju rumah pengantin wanita

jalan menuju rumah pengantin wanita

Peribahasa “Gunung kan ku daki, lautan luas kan ku seberangi” dalam cinta memang bukan basa-basi. Hal ini saya saksikan sendiri dalam acara pernikahan kakak sepupu di Tasikmalaya. Bagaimana tidak, perjalanan menuju rumah sang mempelai wanita ternyata bukan main sulitnya. Trek yang harus kami tempuh dari rumah mempelai pria menuju rumah mempelai wanita tidak semulus jalan manapun yang pernah saya temui. Di samping berluka-liku, jalanannya juga kecil (sebesar satu mobil sedan) dan curam. Wah, ini benar-benar adventure !!! hehe

iringan-iringan

iringan-iringan

Perjalanan penuh tantangan ini diawali dari Desa Cipalangka, Kec. Salawu, Tasikmalaya karena memang rumah si pengantin pria berada di desa ini. Tepat pukul 07.00 WIB, kami berkumpul terlebih dahulu di jalan kecil dekat rumah si pria. Kami berlomba-lomba menaiki mobil yang sudah dipersiapkan disana. Lucunya, orang tua yang punya hajat hampir tidak kebagian tempat duduk di mobil itu. Begitu pula si pengantin pria, karena tidak ada lowongan tempat duduk di mobil, dia pun mengendarai motor. Berbeda dengan kami, kami sudah terlebih dahulu mendapatkan tempat duduk dengan nyaman.

barang-barang bawaan untuk pengantin

barang-barang bawaan untuk pengantin

Perjalanan dari rumah si pria menuju jalan raya pun tidak bisa dikatakan mudah. Rumah mereka sama-sama berada di atas gunung (dibaca: pasir), namun berbeda kecamatan. Dengan jalanan yang curam dan rusak tersebut, kami berusaha menjaga kue pengantin dan barang bawaan supaya tidak rusak.

Setelah tiba di desa si perempuan, ternyata perjalanan kami belum sepenuhnya usai. Masih ada 1,5 KM perjalanan yang harus kami tempuh melewati jalan setapak yang curam dan licin. Jalanan ini tentu tidak bisa ditempuh dengan mobil, maka dengan itu kami berbondong-bondong membawa penuh barang bawaan dengan tangan kosong. Beberapa di antara kami ada yang membawa kasur, lemari, domba, beras, kelapa, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya barang untuk si perempuan, beberapa di antara kami pun harus membawa barang yang tersisa di mobil dua kali balikan.

AaAde

Perjuangan dalam pernikahan ini tidak berhenti sampai jalanan rusak tersebut berhasil ditempuh. Kami masih harus menyaksikan acara akad pernikahan tersebut berlangsung. Acara ini dipenuhi ketegangan dari kedua pihak keluarga. Ketegangan ini memuncak dalam acara ijab kabul karena si pria sudah dua kali mengucapkan ijab kabul secara tidak lancar. Karena, jika ijab kabul ke-3 tidak berhasil diucapkan dengan lancar, pernikahan pun dikhawatirkan bisa gagal. Beruntungnya, dalam ulangan ke-3, si pria pun dengan lantang dan lancar bisa mengucapkan ijab kabul secara benar. Dalam ijab kabul tersebut si pria menyerahkan mas kawin 5 gr + uang Rp. 40.000 + seperangkat alat sholat. Meskipun mahar terlihat begitu sederhana, namun hadiah-hadiah yang dibawa oleh si pria tidak bisa dikatakan kecil. Semua barang rumah tangga dan pangan dibawakan dengan jumlah yang cukup banyak. Mungkin inilah karakteristik adat pernikahan dalam budaya orang Cipalangka-Tasik Malaya.

pernikahan

pernikahan

Seperti kebanyakan acara pernikahan pada umumnya, acara ini pun diakhiri dengan acara parasmanan. Kami pun sudah tidak sabar menunggu antrian untuk bisa mencicipi hidangan yang disediakan disana. Beberapa di antara kami pun ada yang berlomba-lomba membawa buah-buahan sebanyak-banyaknya, lalu disimpan di kantong yang telah dipersiapkan. Saya hanya bisa tersenyum menyaksikan kekonyolan itu. Sampai acara benar-benar usai, untuk kedua kalinya, kami pun harus menempuh kembali perjalanan penuh tantangan tersebut dengan jalan kaki.

Iklan

9 thoughts on “PERNIKAHAN PENUH PENGORBANAN

  1. Hehe ini acara penikahannya unik. Disaat semua orang menggunakan mobil mewah untuk jalan – jalan, ini malah ditempuh dg naik motor aja gak bisa 😀

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s