LIBURAN PEMILU DI KAMPUNG HALAMAN

Suasana Pedesaan

Suasana Pedesaan

Libur satu hari di hari Pemilu Legislatif 09 April 2014 adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya. Pada hari pesta demokrasi tersebut, saya bisa menengok kampung halaman untuk menghilangkan segala macam beban yang menumpuk di pundak. Sebenarnya, liburan pemilu hanya sebagai alasan saja bagi saya untuk bisa berlibur di tanah kelahiran tercinta. Saya sengaja mencuri-curi waktu di hari-hari penting dengan dalih “hari wajib”, hehe untuk bisa pulang ke kampung tercinta. Memang sebagai mahasiswa tingkat akhir saya bisa pulang kapan saja ke rumah. Akan tetapi, komitmen dalam suatu kelompok bahasa menahan hasrat saya untuk bebas dan seenaknya menggunakan waktu berlibur tersebut. Maka dengan itu, seperti layaknya mahasiswa di semester menengah, saya hanya bisa berlibur ketika ada libur nasional dan lebaran saja.
Kesempatan berlibur tersebut tidak hanya saya gunakan untuk ikut merayakan pesta demokrasi. Saya sengaja melonggarkan waktu liburan selama seminggu untuk refreshing. Refreshing di kampung halaman, menurut saya, adalah cara menghilangkan stress paling tepat dibanding cara lainnya. Pemandangan hijau nan indah, serta suasana pedesaan yang tenang menghanyutkan diri saya ke dalam ketenangan alami. Setelah beberapa lama terpenjara dalam hirup-pikuk kesibukan kota, di hari pemilu ini akhirnya saya bisa membuang rasa jenuh tersebut.

Desaku yang kucinta

Desaku yang kucinta

Suasana desa benar-benar membuat badan dan pikiran tenang. Di desa, udara sejuk bisa saya nikmati sesuka hati tanpa harus bingung mencari tempat dengan pemandangan hijau. Ketika mentari pagi memancarkan sinarnya ke permukaan bumi, ketika jendela rumah sederhana saya buka untuk menyambut pagi, di saat itulah udara pagi pedesaan yang murni bisa saya hirup sebebas-bebasnya. Di tambah lagi, suara binatang-binatang mengantrakan ingatan saya ke masa kanak-kanak yang tanpa beban.

Anak-anak desa bermain masak-masakan

Anak-anak desa bermain masak-masakan

Melihat desa bagi saya seakan melihat masa lalu. Segala hal yang saya saksikan kemarin di desa mengembalikan kenangan kanak-kanak dulu. Rerumputan hijau yang bergoyang tersapu angin mengingatkan pada saat saya mengembala domba. Juga, suasana anak-anak bermain di halaman telah mengingatkan saya pada saat bermain masak-masakan. Semua kenangan itu satu per satu kembali lagi terperangkap dalam memori.

Iklan

4 thoughts on “LIBURAN PEMILU DI KAMPUNG HALAMAN

  1. Dimana-mana yg namanya pulang teh selalu menyenangkan yaa… teteh mah pulang kota bukan pulang kampung, da ka Bandung anu riweuh dan makin maceeet hehe

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s