WANITA BERKERUDUNG HIJAU

#Part I

wanita berkerudung hijau

wanita berkerudung hijau

Aku sendiri bingung akan memulai cerita ini dari mana. Yang aku ingat, saat itu adalah saat-saat paling sedikit memalukan dalam hidupku. Ah, mungkin ini bukan suatu hal aneh, aku pikir peristiwa dalam hidupku ini bukan hanya tertimpa pada diriku seorang. Ya, mungkin bukan pada diriku seorang.
“Sendiri di tengah keramaian”, begitulah keadaanku saat itu. Moment yang ku nanti-nantikan dalam hidupku, “sidang komprehensif” dimulai dengan keadaan yang menyedihkan. Baiklah, akan ku mulai kisahku ini dari awal sampai akhir.
***
Jum’at itu adalah hari yang paling ku nanti-nantikan dalam hidupku. Jum’at 28 Maret 2014 adalah hari saat aku harus menjalani “sidang komprehensif”. Mungkin tidak berlebihan jika aku menganggap ini suatu moment penting, karena ini hanya satu kali terjadi dalam hidupku selama kuliah S1 di semester 8.
Satu minggu sebelum sidang, aku telah mempersiapkan diriku matang-matang menghadapi sejuta kata yang terangkai dalam pertanyaan para dosen senior di jurusanku, Sejarah dan Peradaban Islam. Satu hari sebelum sidang merupakan saat-saat yang paling menegangkan bagiku. Semalaman aku tidak bisa tidur nyenyak, entah kenapa mataku yang tertutup beberapa saat tiba-tiba terbuka lagi. Hah, aku mengalami ketegangan jiwa.
Satu jam sebelum kompre terasa begitu lama. Aku merasa, jarum jam sengaja memperlambat dirinya untuk mengecohkan konsentrasiku. Tapi, itu hanya perasaanku saja. Perutku pun tidak bisa bekerjasama dengan ku saat itu. Dari pagi buta kakiku memaksaku untuk bergerak menuju toilet, terus, dan terus seperti itu. Sampai aku pun lupa berapa kali aku pulang pergi ke tolilet.
Satu jam sebelum pergi ke kampus, seperangkat peralatan tempur yang terdiri dari baju warna hijau bunga-bunga, rok hitam, almamater, dan kerudung hijau telah ku siapkan di atas meja. Hah, aku sudah tidak sabar lagi ingin diuji oleh para dosen. Hingga akhirnya aku pun berangkat ke kampus pada pukul 07. 40 WIB.
Pembukaan sidang memang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Meski sedikit terlambat, aku memberanikan diriku memasuki aula fakultas untuk mengikuti sidang pembukaan. Ku dudukan diriku di kursi paling belakang. Di jajaran itu, hanya jajaran kursi kosong yang ada di sampingku. Aku duduk sendiri di antara jajaran terbelakang kursi kosong itu. Di depanku, ku lihat mahasiswa lainnya sedang khusuk mendengarkan intruksi dari Dekan Fakultas. Ku perhatikan satu persatu penampilan mahasiswa yang berkumpul di depanku. Tiba-tiba, keningku mengerut, hatiku tersentak, aku benar-benar tercengang. “Semua orang di ruangan aula itu mengenakan baju putih, rok hitam, dan kerudung hitam.” Aku satu-satunya manusia yang memakai baju bunga-bunga hijau dengan kerudung hijau.
Aku tertunduk dalam. Malu. Ku beranikan diri menanyakan mahasiswi di depanku. “Teh, emang harus pake kerudung hitam, baju putih ya?”
“iya emang, kan ada peraturannya di lembar persyaratan.”
“masa sih? Tapi aku ko gak tau, kirain gak ada peraturan kaya gitu. Gimana donk teh? Aku malu.”
“ada teman di dekat kampus gak? Ke kosan’nya aja.. minjem.”
“gak ada teh, kan lagi pada KKM, gimana donk.”
“gimana ya, aku juga gak ada.”
Aku tertunduk lagi. Aku sadar ini adalah keteledoranku. Saat yang lain memakai seragam rapih hitam putih, aku sendirian memakai baju bunga-bunga hijau dengan kerudung hijau.
Bersambung…

Iklan

6 thoughts on “WANITA BERKERUDUNG HIJAU

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s