CISOMPET, TEBIH DI SOCA, CAKET DI MANAH

jalan Cisompet-Garut

Jalan di Kec. Cisompet-Garut

Dari sekian banyaknya daerah yang berada di Kabupaten Garut, ada salah satu daerah yang terhalang pegunungan dan perbukitan, Cisompet namanya. Subur, hijau, dan bebas polusi kota adalah daya tarik yang ditawarkan daerah ini kepada setiap pengunjungnya. Letak daerah Cisompet bukanlah di pusat atau pinggir kota Garut, akan tetapi berada di bagian Selatan kota Garut. Setiap orang mengenal daerah selatan kota Swiss van Java ini karena kesuburan dan sumber kekayaan yang dimilikinya.

Jarak yang diperlukan dari Kabupaten Garut menuju Cisompet memang terbilang lumayan jauh, yaitu 65 KM dari Kota Garut atau sekitar 3 jam perjalanan dari terminal Guntur. Untuk sampai ke Cisompet, kita bisa mengendarai berbagai sarana transportasi, seperti sepeda motor, mobil pribadi, atau bahkan Elep. Pada umumnya, orang-orang sering menggunakan Elep untuk sampai ke daerah Garut Selatan. Soal harga yang ditawarkan pun tidak memerlukan kocek yang terlalu tinggi, kita hanya akan menghabiskan ongkos sekitar Rp. 15.000 (pagi-siang hari) atau Rp. 18.000-20.000 (sore-malam hari).

Alun-alun Tarogong, arah menuju terminal Guntur

Alun-alun Tarogong, arah menuju terminal Guntur

Menurut saya, pergi ke daerah Cisompet menggunakan Elep itu perlu dicoba. Pengalaman kebersamaan akan begitu dirasakan setiap orang di dalam kendaraan ini. Kita tidak akan merasa pergi sendirian, karena pada umumnya orang-orang yang akan kita temui di dalam Elep menuju Garut selatan sangatlah ramah. Tidak jarang apabila kita bisa mendapatkan kenalan baru dari kalangan Ibu-ibu atau Bapak-bapak di kendaraan Elep ini.

elep di terminal Guntur-Garut

elep di terminal Guntur-Garut

Jalanan yang ditempuh menuju Garut Selatan memang terbilang mulus, akan tetapi tidak selurus jalan tol. Sebagaimana jalanan di daerah pegunungan lainnya, jalan menuju Garut Selatan pun berliku-liku. Dari arah terminal Guntur sampai daerah Cikajang memang tidak akan menemui banyak tikungan, akan tetapi di daerah pegunungan, tepatnya dari daerah Batu Tumpang sampai Gunung Gelap kita mungkin akan dipusingkan dengan banyaknya tikungan yang ada disana. Alternative untuk menghindari efek pusing di sekitar jalan ini yaitu berusaha tidur dengan nyenyak, sehingga tikungan yang banyak tidak akan begitu kita rasakan.

Keindahan fanorama Garut Selatan menuju Cisompet akan terasa semenjak kita berada di Jalanan daerah Cikajang sampai Neglasari-Cisompet. Di daerah ini ditawarkan berbagai pemandangan indah dari pegunungan yang berjajar begitu rapinya dan perkebunan teh yang melingkar di bawah lembah pegunungan.

Apabila perut terasa lapar, kita pun tidak perlu kawatir akan kelaparan. Supir Elep biasanya selalu berhenti beberapa menit untuk beristirahat dan makan di restoran yang berada di Cihideung. Menu panas yang disajikan akan menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan jauh.

pemandangan di Cisompet

pemandangan di Cisompet

Setibanya di ujung kecamatan Cisompet, yaitu desa Neglasari, kita akan disuguhkan pemandangan air terjun yang terlihat begitu jelas dari arah jalan raya. Air terjun tersebut membelah hijaunya gunung Neglasari yang diliputi kabut dan jajaran pepohonan. Inilah salah satu pariwisata yang ditawarkan Cisompet, yaitu Air terjun (curug) Limung. Ada beberapa curug yang terdapat disini, namun biasanya pengunjung hanya mengunjungi curug paling dasar karena mudah dijangkau dari jalan raya.

Di Cisompet, pemandangan yang disajikan bukan hanya air terjun saja. Kebun teh dan kebun karet pun biasanya menjadi daya tarik pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas hariannya. Kita bisa berkemping bersama teman dan saudara di daerah yang kaya akan pemandangan hijau ini (sayang sekali saya belum sempat menyajikan potret air terjun tersebut).

 

 

 

 

 

Iklan

17 thoughts on “CISOMPET, TEBIH DI SOCA, CAKET DI MANAH

  1. Ongkosnya kok bisa beda neng antara siang dan jelang sore? He. Ini asli, pas baca pemandangan Cisompet, serasa mengingat kembali gambaran memesona pada novel Fatat (gadis) Garut…ciamik, deh!

    • wah saya belum baca novelnya. saya jadi penasaran m novelnya…
      mmh soal ongkos karena biasanya semakin sore kendaraan semakin jarang, jadi para supir menaikan harga ongkos penumpang. Nah kalo pagi, biasanya para supir elp itu suka taruhan dg para supir lainnya (hehe) jadi soal ongkos kya’y gk jd pikiran, yg penting penumpang banyak. bahkan nih, kdang2 kalo saya nawar 12.000 jga dikasih.

      • Hahah..tawaranmu jitu ternyata. Novelnya bagus, soal percintaan, perjuangan zaman penjajah, dan pesona garut full digambarkan oleh pengarangnya… Fatat Garut..

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s