PENGAMEN DAN BIS KOTA

Image

Keakraban Bis kota dan pengamen tidak pernah bisa dipisahkan. Pendapat ini lahir seiring dengan banyaknya pengamen yang menjadikan Bis kota sebagai lahan mencari penghasilan. Meskipun demikian, kualitas pengamen Bis Kota tersebut tidak bisa diremehkan. Kebanyakan dari mereka memiliki suara emas yang menjadi daya jual utamanya. Sehingga tidak heran jika banyak penumpang Bis yang tidak segan memberikan receh atau bahkan uang lembarannya kepada para pengamen.

Fenomena ini bisa kita saksikan sendiri di lingkungan sekitar kita. Di Bandung (tempat tinggal saya, hehe), contohnya, banyak pengamen bersuara emas bertengger di Damri (bis kota) melantukan suara emasnya kepada setiap penumpang Damri. Gitar dan biola akrab menemani langkah mereka ke setiap bis-bis kota. Suara indah yang dilantunkan tidak mengganggu penumpang, kebanyakan dari mereka menikmati nyanyian indah yang melebur kegaduhan suara kendaraan di sekitarnya.

 Image

Umumnya, para pengamen Bis Kota ini melantunkan nyanyian masa kini atau bahkan nyanyian jadul era tahun 90-an. Tema-tema lagu mereka bermacam-macam, ada yang bertemakan cinta, keluarga, dan –bahkan- solawatan, tapi kebanyakan dari mereka melantunkan lagu-lagu cinta.

Karena kehidupan manusia -dimana pun mereka berada- tidak terlepas dari masalah cinta, lagu-lagu mereka seakan memaksa untuk masuk ke dalam lamunan para penumpang. Alunan nyanyian bertema cinta ini seakan mewakili perasaan penumpang dari berbagai kalangan, terutama remaja yang sedang dirundung perasaan cinta. Lagu-lagu mereka memaksa kita mengingat kembali kenangan-kenangan cinta masa lalu. Sehingga secara tidak sadar, suka atau tidak suka, kita ikut menikmati lagu-lagu pengamen bis kota ini.

Karena terlalu menikmati setiap lantunan dari dua atau tiga buah lagu, para penumpang pun tidak menyadari bahwa perjalanannya dari Cibiru menuju Elang sudah sampai di tempat tujuan. Selain itu, ada juga di antara para penumpang yang tertidur karena menikmati alunan lagu para pengamen. Setelah mereka tiba di tempat tujuan terakhir Bis, kondektur pun membangunkan pulasnya tidur mereka yang di-nina bobo-kan lagu indah pengamen. Maka dengan itu, dengan adanya para pengamen yang bersuara emas itu, para penumpang menikmati perjalanannya yang semula disangka akan membosankan, tapi ternyata menyenangkan.

— selamat menikmati perjalanan mengelilingi kota Bandung—

 

Iklan

25 comments

  1. sebagai pengguna transportasi bus, aku cukup akrab sama pengamen.
    ada juga loh yang gaul bawain lagu paramore. tapi cuma nemu sekali hehe
    selebihnya, di Jakarta lagi kompak bawain lagunya dhyo haw 😀

  2. Assalamu’alaikum … salam kenal
    Bukan hanya bis kota, bis antar kota pun akrab dengan para pengamen, dari yang suara merdu banget sampe yang asal banget (bawa kecrekan lalu lalalala deh)

  3. Ah, pengamen yang ada di foto itu, rasanya tak asing bagiku. Sudah sejak 4 tahun lalu, aku akrab dengan petikan gitarnya yang memesona. Ah, kapan bisa nge-Bombay lagi, ya bareng mereka?

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s