Nasib Budaya Sunda Kini di Tangan Kita

 

NASIB SENI-BUDAYA SUNDA KINI DI TANGAN KITA

DSC_0000061

Suara iringan musik pengiring tari masih terdengar di sanggar motekar, kp. Sayang, Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang (Desember 2012). Rupanya musik tersebut merupakan pengiring tari tradisional yang dikembangkan Sanggar Motekar sejak tahun 2002. Awalnya, berbagai kesenian Sunda mulai mendapatkan kembali ruhnya ketika seorang budayawan, bernama Supriatna berupaya menghidupkan kembali budaya Sunda yang kian hari kian meredup. Berbagai seni-budaya Sunda dikembangkan, seperti tari merak, tari Cikeruhan, gotong domba, kuda ronggeng, karawitan, latihan membuat carpon, seni pantun Sunda dan lain-lain. Hampir setiap hari, kegiatan budayawan tersebut disibukan dengan melatih para muridnya yang memiliki kecintaan terhadap budaya indungnya.

Perkembangan seni-budaya Sunda yang sempat mendapatkan ruh tersebut, kini mulai meredup kembali sepeninggal Supriatna (alm.). Meskipun demikian, budayawan seperjuangan Supriatna, yaitu Kang Didi tidak tinggal diam. Meski tanpa Supriatna, semangatnya untuk mengembangkan seni warisan leluhur Sunda tidak pernah pudar. Setiap hari Selasa dan Rabu, waktunya diisi dengan melatih beberapa murid yang ingin mempelajari tarian Sunda.

Ketika beberapa pekan lalu saya berbincang dengan beliau, sempat beliau mengeluh ketika peralatan musiknya hilang tanpa jejak. Dengan bermodalkan uang sendiri dan bantuan dari budayawan seperjuangan yang merupakan dosen Unpad, dia mampu membeli kembali peralatan musik yang dibutuhkan, seperti Tip, Speaker, kaset, dan lain-lain. Sayangnya, hanya tarian Sunda saja yang kini mulai bergerak bangkit dari ke-vacuum-annya beberapa waktu. Seni budaya Sunda lainnya, seperti karawitan, gotong domba, seni Cikeruhan, dan lain-lain masih belum bisa bernafas seperti layaknya sebelum sepeninggal budayawan Supriatna.

Dalam kerapuhan pengembangan seni-budaya Sunda ini, tak ada upaya dari pemerintah setempat. Seharusnya, pemerintah memiliki kepekaan terhadap budaya Sunda yang kian hari merapuh. Bantuan yang diberikan pemerintah untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya Sunda sangatlah diperlukan. Selain itu, kepedulian dari masyarakat Sunda sendiri akan membawa budaya Sunda melangkah kembali. Kepedulian yang ditunjukan dapat berupa keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan seni-budaya sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Sunda. Misalnya, orang tua bisa memasukan anaknya untuk latihan seni Sunda, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk memasukan seni dan permainan Sunda sebagai ekstrakulikuler sekolah, baik SD, SMP, atau SMA, dan lain-lain. Sebab penanaman kecintaan budaya Sunda kepada anak sejak dini adalah hal yang paling efektif untuk mempertahankan budaya Sunda. Jika bukan orang Sunda sendiri yang peduli terhadap seni-budayanya, lantas siapa lagi?

Iklan

3 thoughts on “Nasib Budaya Sunda Kini di Tangan Kita

Tanggapi disini ya... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s